Ringkasan Ibadah Sabda Minggu 30 November 2025
Ibadah sabda hari ini dirancang untuk masa Adven pertama tahun A dengan warna liturgi ungu. Teks ibadah sabda disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD. Para petugas liturgi berkumpul di sakristi dan menyiapkan lilin bernyala yang mengelilingi salib. Untuk bacaan, siapkan Alkitab, sedangkan untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Agar suasana khusuk, alat-alat komunikasi dimatikan.
Ketika memulai, pemimpin berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Adven dengan warna ungu.
01. Tanda Salib dan Salam
P: Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U: Amin.
P: Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
02. Kata Pembuka
P: Saudara-saudari seiman dalam Kristus Yesus, hari ini kita memulai masa Adven, yang berarti masa penantian kedatangan Tuhan. Ada dua macam kedatangan Tuhan yang akan kita kenangkan selama 4 minggu ini. Sejak hari ini sampai tanggal 16 Desember, kita mengenang kan misteri penantian kedatangan Tuhan pada akhir zaman; dan sejak tanggal 17 Desember sampai 24 Desember, kita mengenangkan misteri penantian kedatangan Tuhan yang lahir secara historis di Betlehem.
Saudara-saudari, kita diajak untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan dengan hidup yang pantas, penuh damai, bersiap siaga selalu dalam iman, dan selalu berjalan dalam terang Tuhan karena kita tidak pernah mengetahui dengan pasti akan waktu atau saatnya Tuhan datang. Kita hendaknya selalu siap untuk menghadapi saat-saat demikian. Untuk itu, marilah kita menyatukan hati kita dengan seluruh umat se-keuskupan, khususnya umat paroki kita, untuk memuji dan memuliakan Tuhan dalam Perayaan Sabda ini.
[hening sejenak]
03. Tobat dan Permohonan Ampun
P: Di hadapan Tuhan yang kini hadir di tengah kita, marilah menyesali dan mengakui segala dosa, serta memohon ampun atas segala kekurangan kita supaya pantas bertemu dengan Dia dan layak merayakan Sabda penyelamatan-Nya.
U: Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P: [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.
[TANPA KEMULIAAN]
04. Doa Pembuka
P: Marilah kita berdoa, [hening sejenak] Allah yang mahakuasa, anugerahilah kami, umat Mu, kehendak yang kuat untuk menyongsong kedatangan Kristus dengan cara hidup yang baik. Semoga dengan demikian, kami layak mewarisi kerajaan surga, bersama Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U: Amin.
05. Ajakan Mendengarkan Sabda Tuhan
P: Tuhan bersabda, "Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku hadir di tengah-tengah mereka." Percaya akan Sabda ini, maka marilah kita hening sejenak dan menyadari kehadiran Tuhan di tengah kita, serta mendengarkan Sabda-Nya dalam bacaan-bacaan berikut. [Bacaan dibacakan dari Alkitab]
06. Bacaan Pertama (Yes. 2:1-5)
L: Bacaan dari Kitab Yesaya
Firman yang dinyatakan kepada Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem. Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: “Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem.” Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasat bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang TUHAN!
Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.
07. Mendaraskan Mazmur Tanggapan
Refren (Mzm. 122:1)
Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita
Mzm. 122:1-2,4-5,6-7,8-9
Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN.” Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem. (Refren) Kepada-Mu, hai Yerusalem, suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel. Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud. (Refren) Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: “Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa. Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!” (Refren) Oleh karena saudara-saudaraku dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: “Semoga kesejahteraan ada di dalammu!” Oleh karena rumah TUHAN, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu. (Refren)
08. Bacaan Kedua (Rm. 13:11-14a)
L: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma
Saudara-saudari, hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya. Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.
09. Alleluia (Mzm 85:8)
P: Alleluia
U: Alleluia
P: Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya TUHAN, * dan berilah kepada kami keselamatan dari pada-Mu!
U: Alleluia
10. Injil [Mat. 24:37-44]
P: Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius.
Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil. “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”
P: Demikianlah Injil Tuhan.
U: Terpujilah Kristus.
11. Renungan Harian Katolik
Saudara-Saudari terkasih, kita barusan mendengar kan bacaan Injil yang berbicara tentang kedatangan Tuhan. Inti dari warta Yesus ini adalah kita harus selalu bersiap-siap atau waspada karena Tuhan datang pada saat yang tidak kita sangka-sangka. Meskipun demikian, mari kita dalami satu dua poin dari bacaan ini, untuk kehidupan iman kita.
Pertama, zaman Nuh dan pesta pora. Yesus mengangkat lagi contoh dari zaman Nuh untuk mengingatkan para pendengar-Nya tentang akhir zaman. Pada zaman Nuh tersebut, orang-orang berpesta pora dan sama sekali tidak memperhatikan relasi mereka dengan Tuhan. Hanya Nuh yang setia kepada Tuhan. Hasilnya, Nuh dan keluarganya selamat karena mereka mendengarkan suara Tuhan. Atas perintah Tuhan, Nuh membuat kapal dan akhirnya dengan kapal tersebut, ia dan keluarganya selamat dari bencana banjir yang melanda dunia.
Yesus mengingatkan kita agar kita tidak tenggelam dalam gemerlap dan hingar bingar hidup duniawi kita. Banyak sekali tawaran dunia yang menyenangkan, yang kadang kala juga menjadi perangkap bagi kita untuk menjauh dari Tuhan. Salah satunya adalah pesta pora. Kita tentu juga menginginkan adanya pesta ketika kita ada acara keluarga. Hal ini baik agar meningkatkan kekeluargaan. Yang tidak benar adalah kita berpesta pora. Pesta pora artinya mengadakan pesta besar-besaran dan habis-habisan. Selalu ada alasan untuk hal-hal seperti ini. Namun, hasilnya adalah kita lebih menderita. Pesta tidak lagi menyenangkan dan menyelamatkan, tetapi membawa kita kepada penderitaan. Yesus berpesan agar kita tidak tenggelam dalam situasi seperti ini karena ia hanya menyenangkan keinginan badaniah kita. Kita bisa mempersiapkan diri kita agar kita bisa diperkenankan memasuki perjamuan kekal bersama Tuhan pada pesta kehidupan yang berlangsung selamanya. Masa penantian adalah masa kita menyiapkan batin kita agar kita layak masuk dalam pesta dalam Perjamuan Tuhan.
Kedua, tidak membiarkan rumahnya dibongkar oleh pencuri. Yesus memberikan gambaran tentang kedatangan Tuhan sebagaimana kedatangan seorang pencuri yang tidak pernah kita duga kapan waktunya. Tuan rumah akan sangat menyesal jika ia terlelap dan barang-barangnya dicuri oleh orang lain. Ia akan berusaha agar semuanya aman. Kehidupan kita adalah kehidupan yang sementara saja. Kita berusaha agar kita selalu siap dipanggil Tuhan. Kesiapan kita dilakukan dengan mendekatkan diri kepada Tuhan karena Tuhanlah Pemilik Kehidupan. Masa Adven adalah masa di mana kita memiliki waktu khusus untuk melihat hidup kita, memperbaikinya, dan menyiapkan diri kita agar lebih layak berada bersama Tuhan. Semoga kita bisa memanfaatkan waktu berahmat ini dengan baik, agar kita pun ditemukan layak untuk masuk dalam kebahagiaan abadi bersama Tuhan.
12. Hening Sejenak
13. Syahadat
P: Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
14. Doa Umat
P: Saudara-saudari yang terkasih, Sabda Allah yang tadi kita dengar memperkuat keyakinan kita akan kasih dan kebaikan Allah. Karena itu, dengan rendah hati marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah Bapa.
P: Bagi Sri Paus, para Uskup, dan para Imam serta semua Gembala Umat. Semoga mereka menggembalakan kita umatnya dengan tekun dan penuh kasih setia sampai kedatangan Yesus Kristus pada akhir zaman. Marilah kita mohon…
P: Bagi para Pemimpin Bangsa. Kita berdoa supaya para pemimpin bangsa mampu memimpin rakyatnya dengan adil, jujur, bijaksana, dan penuh pengabdian demi kesejahteraan bersama. Marilah kita mohon…
P: Bagi semua yang menderita sakit jasmani dan rohani. Semoga mereka memperoleh kasih, kekuatan, dan kesembuhan, serta penghiburan dari Allah sendiri melalui sesama yang baik hati. Marilah kita mohon…
P: Bagi kita yang hadir di sini. Semoga kita dapat mempersiapkan kedatangan Tuhan dengan hidup yang pantas, penuh damai, dan selalu berjalan dalam terang Tuhan. Marilah kita mohon…
P: Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing. [hening sejenak lalu lanjut].
P: Ya Allah Bapa kami yang mahamurah, kabulkanlah permohonan kami dan bantulah supaya di dalam masa persiapan ini kami sungguh menantikan dengan pantas kedatangan Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
U: Amin
15. Kolekte
[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.
16. Doa Pujian
[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.]
P: Saudara-saudari terkasih, Allah Bapa mengutus Yesus ke dunia untuk menghadirkan kerajaan damai di tengah kita. Maka marilah kita meluhurkan nama-Nya dengan berseru: Hai umat, pujilah Bapa, Putra dan Roh Kudus.
U: Hai umat, pujilah Bapa, Putra dan Roh Kudus.
P: Kami memuji Engkau ya Bapa, karena Kristus, Putra-Mu, yang akan datang; Dialah Raja Damai yang Engkau janjikan bagi umat kesayangan-Mu. Maka kami berseru:
U: Hai umat, pujilah Bapa, Putra dan Roh Kudus.
P: Ia mengajar kami: Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut putra-putri Allah. Maka kami berseru:
U: Hai umat, pujilah Bapa, Putra dan Roh Kudus.
P: Sebelum kembali kepada-Mu, Ia meninggalkan damai sejahtera bagi kami, agar kami senantiasa hidup dan bertumbuh di dalam damai itu. Maka kami berseru:
U: Hai umat, pujilah Bapa, Putra dan Roh Kudus.
P: Allah Bapa di surga, dengan rindu, kami menantikan kedatangan Sang Putra Tunggal, Juruselamat kami. Dialah pangkal damai sejati bagi kami, Fajar Cemerlang yang mengusir kegelapan dosa. Itulah sebabnya, dalam persatuan dengan Bapa Suci Paus Leo XIV, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], bersama seluruh umat kesayangan-Mu, kami mengumandangkan kidung pujian dan kemuliaan bagi-Mu dengan bernyanyi:
[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]
Menyusul RITUS KOMUNI. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
17A. Cara A: DENGAN KOMUNI
Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P: Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak]
18A. BAPA KAMI Berdiri
P: Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
19A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P: Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:
P: Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat:
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan Nya.
Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U: Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh. Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:
P: Tubuh Kristus.
U: Amin.
Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.
17B. Cara B. TANPA KOMUNI
P: Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
18B. BAPA KAMI Berdiri
P: Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Dapat dilaksanakan Salam Damai.
P: Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.
19B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri
Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:
P: Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P: Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]
P: Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P: Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P: Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U: Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Masa Adven.
20. Mendoakan Mazmur 94
P: Marilah kita bersama-sama, mendoakan Mazmur 34 untuk memuji keagungan Tuhan. Yang membawa Alkitab, kita buka Mazmur 34 dan kita doakan bersama-sama, mulai dengan ayat 2, sampai ayat 11.
Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!
Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.
Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.
Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!
Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!
Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu
Dan sepanjang segala abad, Amin.
21. Amanat Pengutusan
P: Saudara-saudari terkasih, marilah kita berjalan dalam terang Tuhan, sebab dalam terang Tuhan, arti hidup menjadi jelas, keselamatan menjadi dekat yang secara nyata hadir dalam diri Kristus, Tuhan kita. Kita menantikan kedatangan-Nya dengan doa dan amal kasih, pembaruan diri, dan keterlibatan dalam hidup bersama. Dengan demikian, kita layak dan pantas menyambut dan menerima kedatangan-Nya dalam hati kita, dalam keluarga, dan dalam masyarakat.
22. Doa Penutup
P: Marilah kita berdoa, Kami mohon ya Tuhan, semoga misteri yang kami rayakan ini mendatangkan keselamatan bagi kami. Ajarilah kami untuk tetap merindukan harta surgawi di tengah suka duka hidup ini.
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
U: Amin
23. Mohon Berkat Tuhan
P: Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U: Amin.
P: Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.
U: Syukur kepada Allah.
24. Pengutusan
P: Marilah pergi, kita diutus.
U: Amin.
Berkomentarlah dengan bijak, bagi yang memberikan link aktif akan langsung hapus. Terima Kasih