Review Film Agak Laen: Api di Hati, Kehangatan di Balik Komedi

Erlita Irmania
0

Film Agak Laen: Menyala Pantiku! Resmi Rilis di Bioskop

Film Agak Laen: Menyala Pantiku! resmi dirilis di bioskop pada Kamis (27-11-2025). Kuartet Agak Laen, yang terdiri dari Boris Bokir, Indra Jegel, Bene Dion, dan Oki Rengga, kembali mengocok perut dengan komedi khas mereka. Berbeda dari film sebelumnya, kali ini film mengambil latar panti jompo yang jarang diangkat dalam film-film komedi lainnya. Nggak hanya komedi yang tetap liar, film kedua ini juga menampilkan bumbu action yang menegangkan dan kehangatan keluarga.

Dalam press screening di XXI Epicentrum pada 20 November 2025 kemarin, gemuruh tawa menggema di studio 1, sampai tak sedikit yang meloncat karena golden scene epik yang tak terduga. Penasaran dengan filmnya? Berikut review film Agak Laen: Menyala Pantiku! dari Popbela.

Sinopsis Agak Laen: Menyala Pantiku! (2025)

Film Agak Laen: Menyala Pantiku! memulai cerita baru yang mengikuti empat detektif cupu dalam misi mengungkap pelaku pembunuhan anak walikota yang diduga bersembunyi di panti jompo. Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga kini menjadi detektif, namun berulang kali gagal menjalankan misi. Mereka terancam dipecat karena tidak becus dalam menyelesaikan misi-misi tersebut. Memecahkan kasus pembunuhan anak walikota Yamakarta, bakal jadi wild card keempatnya agar tetap bisa bekerja sekaligus jadi pertaruhan terakhir.

Setelah menemukan petunjuk bahwa terduga pelaku pembunuhan bersembunyi di panti jompo, kuartet tersebut menyusun strategi. Awalnya, misi seperti akan berjalan mulus. Namun, ide menyusup ke panti jompo malah membawa mereka ke dalam labirin misteri yang harus dipecahkan dalam sebuah investigasi.

Detail Film Agak Laen: Menyala Pantiku!

  • Judul Film: Agak Laen: Menyala Pantiku!
  • Rating: 4.7/5
  • Negara: Indonesia
  • Sutradara: Muhadkly Acho
  • Produser: Ernest Prakasa, Dipa Andika
  • Penulis: Muhadkly Acho
  • Usia Rating: R13 +
  • Genre: Drama, Komedi, Misteri
  • Durasi (menit): 119
  • Tanggal Rilis Film: 27 November
  • Tahun Rilis Film: 2025
  • Topik: Detektif
  • Perusahaan Produksi: Imajinari
  • Di Tonton Di: XXI, CGV
  • Pemain: Bene Dion Rajagukguk, Oki Rengga, Indra Jegel, Boris Bokir, Tissa Biani Azzahra, Boah Sartika, Priska Baru Segu, Ghita Bhebhita, Ariyo Wahab, Tika Panggabean, Jarwo Kwat, Jajang C. Noer, Kin Wah Chew, Egy Fedly, Surya Saputra, Ayushita,, Mario Caesar
  • Tanggal Rilis Trailer: 8 Oktober 2025
  • Trailer Agak Laen: Menyala Pantiku! (2025): Link
  • Foto Agak Laen: Menyala Pantiku! (2025):

Ketegangan dan Kekacauan dari Kuartet Agak Laen


Film ini dibuka dengan aksi dan akting apik dari Boris Bokir, Indra Jegel, Bene Dion, dan Oki Rengga sebagai detektif yang ingin menangkap tersangka kejahatan. Keempatnya berhasil memberikan suasana tegang yang membuat penonton ikut merasakan bak di film action. Namun, seperti sinopsisnya, mereka gagal dalam misi karena salah sasaran. Karier mereka diujung tanduk, namun tekanan ekonomi seakan tak memberi ampun. Di tengah keputusasaan, mereka akhirnya diberikan kesempatan untuk mengembalikan citra kepolisian dan mempertahankan jabatan dengan mencari pembunuh seorang anak walikota. Tersangkanya diduga bersembunyi di panti jompo.

Di sanalah kehidupan mereka semakin rumit dan kekacauan terjadi. Penyamaran, misi dan teka teki yang harus dipecahkan, hingga bertemu sosok-sosok baru yang membuat hati mereka tergugah. Ini lah yang membuat Agak Laen: Menyala Pantiku! menjadi lebih menarik dan penuh kejutan.

Komedi Liar yang Mengocok Perut


Celetukan spontan, satir, receh, hingga pinggir jurang dari para pemain, khususnya keempat pemain utama tak diragukan lagi. Nggak hanya dialog natural tapi mengundang tawa, adegan-adegannya pun tereksekusi dengan baik hanya dengan tatapan mata atau gerakan tubuh. Chemistry kuat semua cast berpadu dan berkolaborasi dengan indah menyajikan komedi yang penuh warna.

Ada satu adegan yang disebut-sebut sebagai golden scene karena tak dapat dilupakan oleh para penonton. Beberapa bahkan ikut melompat saat adegan tersebut berlangsung. Sang sutradara, Muhadkly Acho, tampak berhasil membawa komedi di film ini tetap mudah dinikmati dan ditertawakan, tanpa menyinggung banyak pihak.

Nggak Cuma Tawa, Tapi Juga Kehangatan


Cukup berbeda dari yang pertama, film kedua ini tak hanya memberikan tawa tapi juga membuat penonton merasa haru dan hangat. Mulai dari set lokasi panti jompo yang kerap dianggap sebagai sebuah tempat dimana para lansia “ditelantarkan” anggota keluarganya. Di film ini, panti jompo dipotret sebagai tempat yang hangat dan penuh kebahagiaan. Setiap karakternya memiliki kisahnya masing-masing yang menyentuh hati. Kasih, kesetiaan, dan pengorbanan orang tua tergambar di film ini yang mengundang suasana haru.

Di sisi lain, kehangatan itu juga muncul dari kehidupan pribadi para karakternya. Oki sebagai tulang punggung keluarga yang istrinya hendak melahirkan. Bene dengan tanggung jawab sebagai seorang kakak untuk menyekolahkan adiknya. Jegel yang memiliki ibu yang harus ia nafkahi, hingga Boris dengan kehidupan rumah tangganya juga yang diujung tanduk karena ketidakhadirannya sebagai seorang ayah sekaligus suami. Setiap cerita mereka, bagaimana keempatnya berjuang untuk bekerja dengan orang tercinta, membuat emosi cukup naik turun. Akan tetapi, Acho menyajikannya dengan alur yang mulus dan saling berpadu.

Sajikan Realita Tanpa Pesan Menggurui


Banyak aspek realistis dan pesan moral yang diangkat dalam film ini. Mulai dari persahabatan kuartet detektif yang saling sayang, perhatian, tapi juga perhitungan seperti sahabat pada umumnya. Di sisi lain, ada permasalahan panti jompo yang kekurangan dana dengan tambahan lantai rusak, kamar mandi yang hampir roboh, serta para penghuni yang tak biasa. Keviralan sebagai bentuk hukuman sosial pun juga ikut dibawakan.

Tulang punggung keluarga dan sandwich generation juga digambarkan dalam karakter Jegel hingga Bene. Salah satu adegan yang ikut menjadi refleksi dan memberi pesan menyentuh adalah bagaimana kehangatan keluarga itu terjadi ketika satu sama lain saling hadir. Hal inilah yang disadari oleh karakter Boris yang ikut juga dirasakan oleh para penonton. Setiap realita yang ditampilkan mengundang tawa, tapi juga menyelipkan pesan moral yang halus, tanpa menggurui.

Para Pemeran Pendukung yang Apik Sampai Musik yang Ciamik


Film Agak Laen: Menyala Pantiku! nggak hanya tentang empat pemeran utamanya. Kehadiran setiap pemeran pendukung turut membuat cerita semakin hidup, mulai dari para penghuni panti jompo, yakni Chew Kin Wah, Tika Panggabean, Jarwo Kwat, Egi Fedly, hingga Jajang C. Noer. Mereka tak hanya sekedar hadir, tapi menambah gelitik tawa dengan komedi ringan yang menyatu.

Ghita Bhebhita yang berperan sebagai Linda Rajagukguk, pemilik panti jompo, punya peran penting yang menjadi jantung cerita. Tokoh Linda yang menyebalkan sekaligus penuh kasih sayang, tersampaikan dengan baik melalui Ghita.

Secara keseluruhan, film ini menarik untuk ditonton di akhir tahun yang bisa melepas sedikit penat.

Post a Comment

0Comments

Berkomentarlah dengan bijak, bagi yang memberikan link aktif akan langsung hapus. Terima Kasih

Post a Comment (0)