Profil Andi Gita Namira, Alumnus Babson College Amerika, Kembangkan Lontara + sebagai CEO ArtaMobile

Erlita Irmania
0
Profil Andi Gita Namira, Alumnus Babson College Amerika, Kembangkan Lontara + sebagai CEO ArtaMobile

Profil Andi Gita Namira Patigana

Andi Gita Namira Patigana adalah seorang profesional teknologi dan bisnis digital yang memiliki pengalaman lebih dari tujuh tahun dalam merancang, mengelola, serta mengimplementasikan sistem teknologi informasi lintas organisasi. Ia lulusan Babson College, Amerika Serikat, dengan keahlian kuat dalam menjembatani visi strategis, kerangka regulasi, hingga eksekusi teknis melalui arsitektur digital dan sistem data terintegrasi.

Ia dikenal sebagai sosok yang mampu memperkuat keterkaitan antara strategi bisnis dan teknologi. Keahliannya mencakup product management, strategi bisnis, data visualization, hingga digital marketing. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) ArtaMobile, sebuah startup digital roaming berbasis eSIM yang menyasar wisatawan Indonesia ke luar negeri.

Sebelumnya, Andi Gita pernah berkiprah sebagai Product Manager di Titipku, Founder & CEO Beautifire Indonesia, serta Senior Marketing Analyst di Shopee Indonesia. Kini, ia akan terlibat dalam pemerintahan Kota Makassar sebagai bagian dari tim yang mengawal pengembangan dan keberlanjutan program Lontara+.

Peran dalam Pengembangan Lontara+

Lontara+ merupakan program yang digagas oleh pasangan Munafri Arifuddin - Aliyah Mustika Ilham. Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan seluruh layanan publik dalam satu platform bersama, sehingga memberikan akses yang lebih mudah dan cepat bagi masyarakat.

Dalam rangka implementasi Lontara+, Andi Gita akan memastikan bahwa semua layanan pemerintahan terintegrasi secara efektif. Saat ini, ditemukan lebih dari 400 website milik OPD di Kota Makassar, namun tidak semuanya fungsional dan terkelola dengan baik. Dari jumlah tersebut, beberapa akan dieliminasi, sementara yang lain akan dimigrasi ke Lontara+ agar datanya terintegrasi dan pengambilan keputusan bisa lebih cepat.

Fokus integrasi Lontara+ pada lima sektor prioritas, yakni Bappeda, PTSP, Bansos, Pendidikan, dan Dukcapil. Salah satu contoh layanan yang diharapkan hadir adalah pengurusan dokumen kependudukan secara daring tanpa harus datang langsung ke kantor.

Keuntungan Integrasi Lontara+

Integrasi Lontara+ dinilai mampu menghemat anggaran daerah hingga Rp20–30 miliar per tahun. Dengan sistem yang terintegrasi, seluruh layanan pada 51 SKPD, 210 subbagian, standar harga layanan disatukan dalam satu sistem yang terintegrasi dan terstandarisasi.

Selain itu, aplikasi LONTARA+ juga telah terintegrasi dengan Dasbor Command Center, di lantai 7 kantor Diskominfo. Seluruh alur layanan dan aduan masyarakat dapat dipantau secara real time melalui command center, guna memastikan pelayanan berjalan lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa penghematan anggaran dapat diwujudkan dengan menjadikan Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar (LONTARA+) sebagai Super Apps yang dirancang untuk mengintegrasikan seluruh layanan publik dalam satu platform bersama.

Pendekatan Sentralisasi IT di Makassar

Pendekatan sentralisasi infrastruktur IT ini dilakukan untuk memastikan keamanan data, kesinambungan layanan, serta keseragaman standar sistem yang digunakan di seluruh perangkat daerah. Integrasi ini juga akan meminimalkan duplikasi aplikasi, menekan biaya operasional, serta memudahkan pengawasan dan pengendalian sistem digital pemerintahan.

Diskominfo Kota Makassar berperan sebagai pengelola utama infrastruktur digital kota, sementara SKPD tetap memiliki ruang penuh untuk mengelola layanan, proses bisnis, serta inovasi di masing-masing sektor. Diskominfo ditugaskan untuk mengelola data center dan cloud kota, termasuk server dan storage, serta menjamin keamanan informasi melalui Security Operation Center (SOC), audit sistem, mekanisme backup dan disaster recovery.

Sementara itu, SKPD tetap mengelola modul layanan dan proses bisnis, termasuk pengelolaan pengguna, konten, dan inovasi layanan sesuai dengan kebutuhan sektor masing-masing.

Kebijakan untuk Masa Depan Digitalisasi

Kebijakan ini bukan untuk mengambil alih tanggung jawab SKPD, melainkan untuk menghilangkan potensi pembelian berulang dan pemborosan anggaran. Dengan sentralisasi di Diskominfo, keamanan data akan lebih seragam, integrasi lebih murah dan cepat, serta risiko hukum dan temuan audit dapat ditekan.

Munafri Arifuddin juga mengajak anak-anak muda Makassar untuk terlibat langsung dalam proyek digitalisasi ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi, semangat berbagi, dan keinginan untuk memperbaiki sistem. “Kita butuh anak muda yang mau bekerja bersama, mau share, dan mau memperbaiki. Ini kita bangun bersama-sama,” ujarnya.

Profil Lengkap Andi Gita Namira Patigana

Nama: Andi Gita Namira Patigana
Pendidikan: - SMAN 17 Makassar (2012-2014) - SBM ITB - Manajemen, Marketing (2014) - Babson College - One Year MBA Class of 2025 (Entrepreneurship & STEM Scholar) - LPDP PK-228

Riwayat Pekerjaan: - Senior Marketing Analyst - Shopee Indonesia - Founder & CEO Beautifire (2019-2020) - Product Manager Titipku Y Combinator (2021-2022) - CEO ArtaMobile (2025)

Organisasi: - Matagaruda Amerika - Database Director - Babson Student Mom - Boston Entrepreneurship [*]


Post a Comment

0Comments

Berkomentarlah dengan bijak, bagi yang memberikan link aktif akan langsung hapus. Terima Kasih

Post a Comment (0)