Paser Jadi Lumbung Pangan, Sidak Hiburan Samarinda Memanas

Erlita Irmania
0
Paser Jadi Lumbung Pangan, Sidak Hiburan Samarinda Memanas

Berita Populer Kalimantan Timur dalam 24 Jam Terakhir

Beberapa artikel mengenai peristiwa atau informasi terkini di kota dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi berita populer dalam 24 jam terakhir hingga hari ini, Senin (2/3/2026). Mulai dari Kabupaten Paser yang disiapkan sebagai lumbung pangan untuk Provinsi Kaltim dan tetangganya, Kalimantan Selatan (Kalsel), hingga suasana saat inspeksi mendadak ke sejumlah tempat hiburan malam di Samarinda, Ibukota Kalim. Selain itu juga ada peringatan BPBD Balikpapan agar masyarakat waspada mengingat potensi terjadinya kebakaran masih tinggi.

Paser Disiapkan Jadi Lumbung Pangan Kaltim-Kalsel, Didukung BI dan Pusat

Kabupaten Paser kini menjadi agenda strategis yang diperkuat dukungan pemerintah pusat dan Bank Indonesia (BI). Transformasi ini diharapkan mengubah posisi Paser dari sekadar wilayah lintasan menjadi sentra produksi pangan yang menopang kebutuhan dua provinsi, yakni Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, Minggu (1/3/2026).

Langkah tersebut dipertegas dalam pertemuan antara Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, dengan Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari, pada 27 Februari lalu. Pertemuan itu menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi pemerintah daerah dengan lembaga keuangan negara untuk mendorong ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi berbasis sektor riil.

Hilirisasi ayam petelur menjadi salah satu proyek strategis yang mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Selain beras dan telur, sektor perkebunan juga menunjukkan perkembangan signifikan. Produksi minyak kelapa sawit mentah (CPO) secara mandiri telah dimulai, menjadi lompatan besar dalam penguatan ekonomi lokal.

“Kehadiran CPO diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah sekaligus membuka peluang ekspor,” tambahnya.

Sektor perikanan pun mendapat perhatian dengan ditetapkannya Desa Lori sebagai Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini diharapkan memperkuat pasokan protein hewani dari laut sekaligus menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi kelautan dan perikanan Paser.

Namun, peningkatan produksi harus diimbangi dengan distribusi yang efisien. “Dengan produksi melimpah tentu membutuhkan jalur distribusi yang cepat dan efisien,” ungkap Ikhwan.

Menyadari tantangan tersebut, ia menegaskan komitmen bersama Bupati Paser untuk menuntaskan persoalan logistik. Infrastruktur jalan dan jembatan menjadi prioritas agar komoditas pangan dapat menjangkau pasar dengan biaya yang lebih murah.

“Sesuai program Asta Cita Presiden mengenai ekonomi kerakyatan, kami berkomitmen penuh. Target kami, infrastruktur jalan dan jembatan tuntas pada 2027. Ini adalah karpet merah agar seluruh komoditas Paser bisa menyerbu pasar luas dengan biaya logistik yang murah,” katanya.

Sempat Memanas Saat Aparat Gabungan Sidak ke THM di Citra Niaga Samarinda

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda bersama TNI, Polri, Denpom, DPMPST serta Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), melakukan aksi bersih-bersih tempat usaha yang melanggar jam operasional melanjutkan surat edaran yang dibagikan oleh walikota Samarinda, pada Sabtu (28/2/2026) malam hingga Minggu (1/3/2026) dini hari.

Operasi ini berlangsung dimulai pukul 23.00 hingga 02.00 WITA tersebut menyasar sejumlah titik keramaian. Mulai dari Jalan Kapten Sudjono, Jalan Siradj Salman, hingga kawasan ikonik Citra Niaga.

Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswantini, mengungkapkan bahwa tindakan tegas berupa pembubaran paksa terpaksa diambil lantaran masih banyak pelaku usaha yang bebal terhadap Surat Edaran (SE) wali kota Samarinda, yakni mengenai jam operasional selama bulan suci Ramadan.

Situasi sempat memanas saat petugas menyambangi Citra Niaga. Menurut Anis, kawasan ini menjadi titik yang paling sulit ditertibkan karena para pemilik kafe dianggap tidak patuh meski sudah diperingatkan berulang kali dalam sepekan terakhir.

“Kami sempat berdebat dengan beberapa owner kafe di Citra Niaga. Ya, itu seninya tantangan kami di lapangan, harus sabar. Karena sudah berkali-kali diimbau tapi tidak bergeser, akhirnya malam ini kami bubarkan semuanya,” tegas Anis.

Anis mengingatkan bahwa sesuai aturan yang berlaku selama Ramadan, kafe dan Tempat Hiburan Umum (THU) hanya diperbolehkan beroperasi hingga pukul 23.00 WITA.

Menanggapi tudingan warga mengenai adanya kafe jejaring besar yang tetap buka 24 jam, Anis memastikan tidak ada keistimewaan bagi pihak manapun.

“Satpol PP tidak ada tebang pilih. Kalau ada yang menunjuk sana-sini belum ditindak, itu mungkin hanya masalah waktu atau belum terjangkau saja. Semua yang melanggar pasti kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Terkait alasan klasik para pemilik usaha yang mengaku terpaksa buka demi mencari uang THR karyawan, Anis mengaku memahami sisi kemanusiaannya, namun hukum tetap harus ditegakkan.

“Alasan cari THR atau uang karyawan itu biasa kami dengar. Tapi tugas kami adalah penegakan perda dan perwali. Kalau kami mengikuti semua alasan owner, kami tidak bisa bekerja,” tambahnya.

Anis tidak main-main dalam memberikan sanksi. Kedepannya, jika pelanggaran terus berulang, pihaknya akan berkoordinasi dengan DPMPTSP dan Dinas Pariwisata untuk meninjau ulang izin usaha kafe tersebut.

Selain itu, Anis juga merespons tegas isu adanya kebocoran informasi saat razia di Kapten Sudjono. Pun dugaan adanya oknum Satpol PP yang meminta setoran.

“Kalau ada oknum anggota saya yang bermain, sebutkan namanya, inisialnya, dan bawa buktinya. Saya janji akan proses dan laporkan langsung ke Pak wali kota. Anggota saya ada 438 orang, jadi harus jelas siapa orangnya agar bisa kami tindak sesuai ketentuan,” tutupnya.

Warga Diminta Waspada Risiko Kebakaran, BPBD Balikpapan Siapkan 6 Pos

Memasuki minggu ke dua Bulan Ramadhan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang dinilai rawan terjadi.

Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, mengatakan pihaknya tetap bersiaga penuh 24 jam dengan mengaktifkan enam pos di sejumlah titik strategis, khususnya di wilayah Balikpapan Barat yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.

“Kita tetap siaga 24 jam dengan enam pos aktif. Tidak ada penambahan jam operasional, tetapi kesiapan personel dan pola koordinasi kita perkuat selama Ramadhan hingga Idulfitri,” Minggu.

Menurutnya, kebakaran kerap terjadi saat Ramadhan karena meningkatnya aktivitas masyarakat, terutama memasak untuk sahur pada dini hari. Kondisi mengantuk dinilai berpotensi memicu kelalaian, seperti lupa mematikan kompor atau peralatan listrik.

“Biasanya aktivitas memasak dilakukan tengah malam atau menjelang subuh. Dalam kondisi mengantuk, risiko kelalaian cukup tinggi. Ini yang harus diwaspadai,” jelasnya.

Ia menegaskan, sebagian besar kasus kebakaran permukiman dipicu faktor human error. Karena itu, masyarakat diimbau memastikan kompor telah dimatikan setelah digunakan, memeriksa instalasi listrik secara berkala, serta tidak meninggalkan dapur dalam keadaan menyala tanpa pengawasan.

Selain mengaktifkan pos siaga, BPBD juga rutin melakukan patroli di kawasan rawan kebakaran. Dalam waktu dekat, pihaknya berencana menggelar apel siaga Ramadan guna memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk kemungkinan melibatkan TNI dan Polri.

“Kita ingin memastikan kesiapan bersama dalam menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran selama Ramadhan,” katanya.

BPBD berharap masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan potensi kebakaran di lingkungan masing-masing, agar dapat segera ditangani dan tidak meluas.

Post a Comment

0Comments

Berkomentarlah dengan bijak, bagi yang memberikan link aktif akan langsung hapus. Terima Kasih

Post a Comment (0)