Avengers memang dikenal sebagai Pahlawan Paling Kuat di Bumi. Namun pada akhirnya, mereka hanyalah manusia yang memiliki perasaan dan pikiran. Dalam Marvel Cinematic Universe (MCU), para superhero tidak selalu digambarkan tangguh. Bahkan, beberapa superhero memiliki kondisi mental yang rentan, lho.
Di antara ratusan superhero yang diperkenalkan dalam MCU, beberapa di antaranya pernah mengalami gangguan depresi parah. Kondisi ini membuat mereka kesulitan untuk bertindak seperti biasanya. Lalu, siapa saja superhero MCU yang pernah mengalami depresi berat? Simak penjelasannya di bawah ini, ya!
1. Kegagalan untuk membunuh Thanos menyebabkan Thor Odinson mengalami depresi yang parah
Thor adalah salah satu superhero yang paling menyalahkan dirinya atas keberhasilan Thanos (Josh Brolin) dalam menghilangkan setengah populasi makhluk hidup di alam semesta. Kegagalannya untuk membunuh Thanos di akhirAvengers: Infinity War (2018) membuatnya sangat sedih. Keadaan semakin memburuk akibat kematian Loki (Tom Hiddleston), kedua orangtuanya, dan sebagian besar penduduk Asgard.
Seperti manusia pada umumnya, depresi Thor membuatnya kehilangan identitas dirinya. Terlihat dalam Avengers: Endgame(2019), Thor menghabiskan waktunya dengan menarik diri sambil mabuk dan bermain game. Akibatnya, ia tampak kacau dengan rambut yang tidak teratur dan tubuh yang tidak sefit seperti dulu. Setelah berhasil memulihkan keseimbangan dunia, Thor akhirnya bergabung dengan Guardian of the Galaxy untuk memulai perjalanan mencari kembali identitasnya.
2. Star-Lord sedang sedih karena kematian Gamora
Peter Quill atau Star-Lord (Chris Pratt) merupakan salah satu tokoh yang paling humoris dan menghibur dalam MCU. Ia selalu memberikan kesan lucu melalui tingkah lakunya. Namun, perubahan terjadi setelah kematian Gamora (Zoe Saldana) diAvengers: Infinity War. Kematian Gamora menyebabkan Peter mengalami depresi yang parah.
Ini dapat dilihat padaspin-off, Special Liburan Guardian of the Galaxy(2022) dan sekuel terakhir, Penjaga Galaksi Vol.3(2023). Peter tampak selalu sedih dengan penampilan yang lesu. Ia juga tidak seperti dirinya dahulu, yang lebih ceria dan lucu.
Jika Peter tidak menghilang saat Thanos melakukan Snap, kemungkinan besar ia akan mengalami depresi yang lebih parah. Karena, Peter merupakan salah satu faktor utama kegagalan para superhero dalam menghentikan Thanos.
3. Iron Man sering merasa sedih akibat perannya sebagai pahlawan super
Jika ditanya siapa anggota Avengers yang paling sering mengalami depresi, banyak orang akan menjawab Iron Man (Robert Downey Jr.). Bahkan sebelum bergabung dengan Avengers, Tony Stark pernah mengalami depresi berat beberapa kali. Misalnya, dalam filmIron Man 2(2010), Tony mengalami depresi setelah mengetahui bahwa Arc Reactor yang menjaga hidupnya secara perlahan beracun bagi tubuhnya. Seperti kehilangan harapan, Tony mulai mabuk-mabukan, berpesta dan menyia-nyiakan uangnya. Ia juga selalu membawa baju besinya kemana-mana. Hal ini kembali dibahas dalam film tersebut. Iron Man 3 (2013).
Tony kembali merasa sedih setelah melihat gambaran masa depan dalam sebuah film. Avengers: Age of Ultron (2015). Hal itu kemudian berlanjut dan memburuk, dimulai dari serangan panik dan sulit tidur akibat pertarungan melawan alien, sahabatnya yang lumpuh karena membantunya, hingga akhirnya depresi karena kegagalannya menghentikan Thanos.
4. Wanda Maximoff menjadi antagonis akibat depresi yang mendalam setelah kehilangan keluarganya
Kehilangan sesuatu yang bernilai tentu sangat menyedihkan, bukan? Bahkan, hal itu bisa memicu rasa sedih yang berlarut-larut. Itulah yang dialami Wanda Maximoff atau dikenal sebagai Scarlet Witch (Elizabeth Olsen). Sejak pertama kali muncul di MCU, Wanda selalu menghadapi kejadian buruk. Mulai dari kehilangan orang tua, kampung halamannya, saudara kembar, hingga akhirnya kekasihnya.
Untuk mengurangi rasa sedihnya, Wanda akhirnya menciptakan dunia alternatif yang memungkinkan ia tinggal bersama kekasihnya, Vision (Paul Bettany) dan dua anak yang ia buat melalui ilusi. Sayangnya, hal ini berakhir karena campur tangan Agatha Harkness (Kathryn Hahn). Peristiwa ini menjadi pemicu terakhir yang membuat Wanda mengalami depresi parah.
Karena kestabilan pikirannya yang buruk, Wanda akhirnya terpengaruh oleh buku sihir Darkhold. Ia berusaha mencari berbagai cara agar bisa kembali ke keluarganya. Akhirnya hal ini mengubahnya menjadivillain yang membahayakan multiverse dalam filmDoctor Strange: Di Dunia Multiverse Kebingungan (2022).
5. Sebelum menjadi superhero, The Sentry merupakan pengguna psikotropika karena mengalami depresi.
Sebelum menjadi superhero, The Sentry, Bob Reynolds adalah seorang pengguna narkoba. Menghadapi keluarga yang tidak menyenangkan, Bob bergantung pada obat-obatan untuk mengatasi rasa depresinya. Akhirnya, organisasi O.X.E menawarkan padanya obat yang ternyata merupakan cairan super.
Meskipun berhasil menjadi superhero, sisi jahat Bob tetap tersembunyi di dalam tubuhnya. Sisi jahat yang dikenal sebagai Void merupakan wujud dari depresi, kecemasan, dan perasaan kesepian Bob. Di akhir filmThunderbolts*(2025), ia berhasil menemukan lingkungan baru bersama New Avengers dan mampu mengusir Void jauh ke dalam kesadaran bawahnya.
6. Agen Amerika merasa sedih karena tidak mampu menggantikan Steve Rogers
Sebelumnya, John Walker (Wyatt Russels) merupakan tokoh yang berperan sebagai musuh utama dalam sebuah filmThe Falcon dan Winter Soldier(2021), tetapi di film Thunderbolts*Ia akhirnya menjadi superhero dengan nama US Agent yang bergabung dalam New Avengers. Sebelum mencapai titik ini, John harus melewati masa-masa berat.
Setelah gagal memenuhi harapan publik sebagai pengganti Captain America, John mengalami depresi parah. Terlebih lagi, sahabatnya, Lemar Hoskins (Clen Bennett), juga tewas saat membantunya menangkap teroris. Akibat depresi yang berat, ia menjadi mudah marah dan meninggalkan keluarganya. Akhirnya, ia kehilangan istrinya dan anaknya yang harus pergi. Untungnya, setelah bergabung dengan New Avengers, John tampaknya mulai pulih dari masa sulitnya.
Meskipun mengalami kesedihan, biasanya para pahlawan super mampu bangkit kembali. Itulah salah satu sifat pahlawan super yang layak diteladani. Mereka bisa bangkit dan tetap percaya diri dengan keyakinan akan perubahan yang lebih baik!
Akankah Steve Rogers menjadi Kapten Hydra di Avengers: Doomsday?





Berkomentarlah dengan bijak, bagi yang memberikan link aktif akan langsung hapus. Terima Kasih