Nasib Arsenal usai dikalahkan Man United 2-3, Arteta waswas, City mengancam di klasemen Liga Inggris

Erlita Irmania
0
Nasib Arsenal usai dikalahkan Man United 2-3, Arteta waswas, City mengancam di klasemen Liga Inggris

Erfa News- Nasib Arsenal setelah dikalahkan Manchester United 2-3 menjadi sorotan.

Kini, Mikel Arteta pantas waswas karena posisi Arsenal kini terancam Manchester City di Klasemen Liga Inggris.

Memang, gol Matheus Cunha pada menit ke-87 membungkam publik Emirates Stadium. 

Hal ini membuat Arsenal gagal meraih satu poin bahkan kehilangan poin penuh saat menjamu Manchester United, Senin (26/1/2026).

Arsenal yang sempat unggul lebih dulu di babak pertama harus rela kalah 2-3 dari Man United.

"Bukan soal kalah, tapi cara mereka kalah," ucap mantan pemain Arsenal, Patrick Vieira kepada Sky Sports.

Ya, Arsenal mendominasi permainan dalam 30 menit awal babak pertama hingga mampu mencetak gol dari sentuhan Odegaard yang mengenai kaki Lisandro Martinez dan tercatat sebagai gol bunuh diri Martinez.

Namun setelah itu, kesalahan demi kesalahan dilakukan oleh anak asuh Mikel Arteta.

Zubimendi blunder, ruang yang terbuka untuk pemain Man United, kecemasan, kreativitas, dan banyak lagi aspek yang pada akhirnya mengakhiri tren manis di Emirates musim ini dengan tidak terkalahkan dalam 12 pertandingan.

Kekalahan ini seakan menjadi puncak bagi Arsenal.

Mereka sebagai pemimpin gelar juara Liga Inggris musim ini terseok-seok dalam tiga laga terakhir karena tidak memenangkan pertandingan.

Berawal dari imbangtanpa gol melawan Liverpool dan Nottingham, hingga kalah 2-3 dari Man United. Untuk kali pertama bagi Arteta sejak tahun 2023 timnya kebobolan 3 gol atas lawannya.

Para pemain Arsenal memiliki kecemasan di tengah ambisi mereka meraih gelar juara yang sudah dua dekade ditunggu.

Kecemasan tersebut menimbulkan banyak hal yang terjadi di lapangan, kreativitas, hingga faktor yang paling menentukan adalah mental.

"Ini tentang kekuatan mental tim," lanjut Vieira.

"Saka dan Trossard tidak memberikan cukup kontribusi untuk mengancam Man United."

"Mereka membutuhkan seorang pemimpin untuk membangkitkan semangat tim. Mereka perlu memahami bahwa ketika berada di lapangan, mereka harus bermain dengan lebih banyak energi dan lebih banyak risiko. Mereka memiliki kualitas tersebut."

"Mereka tidak bermain dengan kebebasan untuk mengekspresikan diri," jelasnya.

Tekanan jelang akhir musim jelas semakin meningkat. Apalagi jika pesaing terdekat Arsenal, Man City mulai berbenah hingga mendapatkan hasil dan momentum.

Jarak yang awalnya tujuh poin, bisa lebih besar jika Arsenal memenangkan tiga lagi ini. Namun apa daya, di saat apa yang mereka butuhkan dari hasil tidak berjalan sesuai ekspektasi.

"Mereka perlu kembali ke dasar-dasar untuk mengekspresikan diri, bermain dengan bebas, dan terus maju," ungkap Vieira.

Mikel Arteta tidak menyela soal pendapat yang diutarakan oleh Vieira.

Arsenal mampu tampil superior dalam lawatan ke San Siro. Apa yang ditunjukkan Rice dan kolega saat melawan Inter tidak tercermin dalam laga melawan Man United.

Tidak sedikit pemain yang under perform seperti yang dikatakan Vieira.

"Saya tidak tahu apakah itu faktor mental karena seberapa banyak mereka bermain, tetapi karena kami bermain buruk, terutama secara teknis dalam aspek-aspek tertentu permainan," kata Arteta.

Sekalinya mendapatkan peluang, lawan mereka akan langsung menghukum dengan mencetak gol.

Setidaknya, itulah yang ditunjukkan oleh Man United dalam menyerang di era Michael Carrick.

"Arsenal berada di bawah tekanan hari ini," ujar Roy Keane.

"Mereka melihat hasil pertandingan lain, mereka memiliki segalannya di semua kompetisi. Itulah tekanan, mereka merasa tertekan," jelasnya.

Kini, nasib ada di tangan para pemain Arsenal itu sendiri. 

Mereka masih berpeluang juara dalam 4 kompetisi musim ini, jika ingin menutup musim dengan manis tentu harus ada perubahan yang ditunjukkan.

"Yang terpenting adalah bagaimana mereka menyikapinya. Itulah yang merugikan mereka dalam beberapa tahun terakhir, pada mereka sudah berada di posisi yang menguntungkan," ungkapnya.

Ya Arsenal dalam 3 musim terakhir selalu finis di peringkat 2 klasemen Liga Inggris.

Potensi Disalip City

 Kekalahan dari Manchester United bikin Arsenal waswas karena berpotensi disalip Manchester City.

Liga Inggris 2025-2026 berlanjut pada Minggu (25/1/2026) dengan melibatkan delapan tim.

Sorotan utama mengarah ke laga akbar Arsenal versus Man United.

Duel berlangsung seru dan melahirkan lima gol.

Bertanding di Emirates Stadium, pertarungan berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan United.

Setan Merah memperoleh tiga poin lewat jalur comeback.

United kebobolan lebih dulu akibat gol bunuh diri Lisandro Martinez saat laga berjalan 29 menit.

Awalnya si bek Argentina berniat menghalau tembakan pemain Arsenal, tapi malah membuat bola masuk ke gawang sendiri.

Menolak menyerah, United berhasil membalikkan keadaan berkat duangol Bryan Mbeumo dan Patrick Dorgu.

Laga semakin seru menjelang akhir.

Masuk menit ke 84, Arsenal menyamakan kedudukan setelah umpan sepak pojok dibelokkan oleh Mikel Merino ke gawang dengan tendangan jarak dekat.

Man United hanya butuh tiga menit buat memulihkan keunggulan.

Gol ketiga United lahir melalui lesakkan Matheus Cunha dari luar kotak penalti.

Hasil ini menempatkan United di peringkat keempat klasemen sambil mengemas 38 poin.

Sementara itu, Arsenal waswas karena semakin didekati oleh Man City.

The Gunners memimpin klasemen dengan 50 poin, unggul hanya empat angka atas The Citizens di tangga kedua.

Anggota Big Six lainnya, Chelsea, memetik hasil positid dalam lawatan ke markas Crystal Palace.

The Blues memenangi Derbi London lewat kedudukan 3-1.

Pesta Chelsea dibuka oleh gol Estevao Willian pada menit ke-34.

Masuk babak kedua, tepatnya menit ke-50, Joao Pedro menggandakan keunggulan melalui lesakkan kaki kiri dari area penalti.

Gol penalti Enzo Fernandez memperlebar keunggulan Chelsea saat pertandingan berjalan 64 menit.

Tiga gol Chelsea hanya mampu dibalas saru kali oleh Palace via Chris Richards.

Berkat kemenangan dari penamoilan terbaru, Chelsea mempertahankan posisi kelima klasmen atau zona Liga Europa.

London Biru mengoleksi 31 poin.

Hasil Liga Inggris:

  • Brentford 0-2 Nottingham (Igor Jesus 12', Taiwo Awoniyi 79')
  • Crystal Palace 1-3 Chelsea (Chris Richards 88'; Estevao Willian 34', Joao Pedro 50', Enzo Fernandez 64'-pen)
  • Newcastle 0-2 Aston Villa (Emiliano Buendia 19', Ollie Watkins 88')
  • Arsenal 2-3 Man United (Lisandro Martinez 29'-bd, Mikel Merino 84'; Bryan Mbeumo 37', Patrick Dorgu 51', Matheus Cunhha 87')

Klasemen Liga Inggris

 
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
23
15
5
3
42
17
25
50
2
Man. City
23
14
4
5
47
21
26
46
3
Aston Villa
23
14
4
5
35
25
10
46
4
Manchester United
23
10
8
5
41
34
7
38
5
Chelsea
23
10
7
6
39
25
14
37
6
Liverpool
23
10
6
7
35
32
3
36
7
Fulham
23
10
4
9
32
32
0
34
8
Brentford
23
10
3
10
35
32
3
33
9
Newcastle
23
9
6
8
32
29
3
33
10
Sunderland
23
8
9
6
24
26
-2
33
11
Everton
22
9
5
8
24
25
-1
32
12
Brighton
23
7
9
7
33
31
2
30
13
Bournemouth
23
7
9
7
38
43
-5
30
14
Tottenham
23
7
7
9
33
31
2
28
15
Crystal Palace
23
7
7
9
24
28
-4
28
16
Leeds United
22
6
7
9
30
37
-7
25
17
Nottm Forest
23
7
4
12
23
34
-11
25
18
West Ham
23
5
5
13
27
45
-18
20
19
Burnley
23
3
6
14
25
44
-19
15
20
Wolves
23
1
5
17
15
43
-28
8
                       
Lihat selengkapnya →

(Erfa News/Tribunnews.com)

Post a Comment

0Comments

Berkomentarlah dengan bijak, bagi yang memberikan link aktif akan langsung hapus. Terima Kasih

Post a Comment (0)