
Kekalahan Liverpool dan Perubahan yang Dibutuhkan
Kekalahan 3-0 Liverpool di tangan Manchester City pada akhir pekan lalu menjadi pukulan berat bagi The Reds. Kekalahan ini membuat mereka menelan lima kekalahan dalam enam pertandingan Liga Primer, menghancurkan semangat positif yang dibangun dari dua kemenangan terakhir atas Aston Villa dan Real Madrid. Kekalahan tersebut tidak hanya dalam skor, tetapi juga dalam cara permainan yang sangat memprihatinkan, yang menunjukkan bahwa sistem taktis dan kepercayaan diri tim sedang rapuh.
Dengan kesenjangan delapan poin Arsenal di puncak klasemen, Liverpool harus segera melakukan perubahan. Meskipun telah melakukan belanja besar-besaran di musim panas, lini belakang klub masih sangat tipis. Cedera Giovanni Leoni, yang hampir mengakhiri musimnya setelah bergabung dari Parma dengan harga £27 juta, serta gagal mendapatkan Marc Guehi dari Crystal Palace, semakin memperparah situasi ini.
Ibrahima Konate, yang kontraknya akan habis musim panas mendatang, juga menunjukkan performa yang tidak stabil. Banyak penggemar kehilangan keinginan untuk mempertahankannya, sementara Real Madrid terus berupaya merekrutnya. Performa buruk Konate menyebabkan Dougie Critchley dari Sky Sports menyebutnya sebagai "masalah yang sangat, sangat serius".
Masalah yang Lebih Mendalam
Masalah Liverpool lebih mendalam daripada sekadar lini belakang. Ada argumen yang menyatakan bahwa Hugo Ekitike, Florian Wirtz, dan Alexander Isak adalah pemain yang "lebih baik" daripada Luis Diaz, yang dijual ke Bayern Munich dengan harga sekitar £66 juta di musim panas. Namun, Lucho telah melampaui ketiganya, sehingga Slot perlu merombak tim dan membangun ketajaman ofensif baru.
Liverpool diyakini tengah bersiap menghadapi musim dingin yang sibuk di bursa transfer Januari. Sumber-sumber Spanyol bahkan mengklaim kubu Anfield bisa mengeluarkan dana hingga £200 juta atau Rp4 triliun untuk memperbaiki kesalahan di Slot machine.
Mimpi Starting XI Arne Slot
Direktur olahraga Richard Hughes dipuji setelah jendela transfer musim panas, meskipun ada asumsi bahwa Marc Guehi juga akan menandatangani kontrak. Jika Liverpool ingin merekrut bintang Three Lions tersebut, mereka akan melakukannya dengan kontrak gratis pada musim panas mendatang, mungkin dalam situasi satu masuk satu keluar yang akan menyebabkan Konate hengkang.
FSG mungkin akan berupaya menyelesaikan transfer besar untuk Alessandro Bastoni dari Inter Milan. Awal bulan ini, laporan dari Spanyol menunjukkan bahwa The Reds ingin menyelesaikan kesepakatan untuk pemain Italia tersebut, yang bernilai €100 juta (£87 juta). Kemampuan teknisnya yang "kelas dunia" oleh komentator Matteo Bonetti, kecenderungan bermain bola Bastoni tampaknya akan menutupi perjuangan Konate yang dipenuhi kesalahan.
Transfer Lain yang Mungkin Terjadi
Meski rumornya terlihat seperti angan-angan, ada desas-desus tentang minat Merseyside terhadap bintang Paris Saint-Germain, Vitinha, yang mengalahkan Mohamed Salah untuk meraih tempat ketiga dalam Ballon d'Or 2025. Vitinha, 25, tentu tidak akan datang dengan harga murah setelah menjadi bintang PSG di musim kompetisi 2024/25 yang gemilang, dan dikabarkan tawaran sebesar £114 juta mungkin diperlukan untuk membawanya ke Liga Premier.
Pemulihan bola didefinisikan berdasarkan jumlah bola lepas yang diambil oleh seorang pemain. Mungkin akuisisi semacam itu akan menyalakan kembali semangat menyerang Liverpool. Lagipula, dengan pemain seperti Isak dan Ekitike yang bersaing memperebutkan posisi nomor sembilan, Wirtz dan Salah, serta pemain lain yang mengelilingi mereka, ada banyak alasan bagi Slot untuk menemukan solusi dan membawa klub ini kembali ke puncak.
Performa Alexander Isak di Laga Swedia vs Swiss
Meskipun untuk Swedia, Alexander Isak kembali beraksi. Penyerang tengah bertubuh jangkung ini yang terakhir bermain untuk klub tempatnya bekerja, Liverpool, pada pertengahan Oktober melawan Eintracht Frankfurt di Liga Champions menggantikan Mattias Svanberg tepat setelah satu jam pertandingan dalam kekalahan 4-1 mereka dari Swiss. Para penggemar tidak ragu untuk menahan diri dalam memberikan penilaian mereka terhadap sang striker.
Isak tiba dengan transfer yang memecahkan rekor di Hari Batas Waktu, dari Newcastle United ke Liverpool dengan nilai transfer £125 juta, tetapi belum menemukan ritme permainannya di Anfield. Hebatnya, ia baru mencetak satu gol – di Piala Liga melawan Southampton – sejak bergabung dan ada kekhawatiran yang terus meningkat tentang apakah performanya akan membaik.
Isak Buka Suara Usai Kekalahan Berat
Isak, pemain internasional Swedia dengan 56 caps, juga berbicara tentang kembalinya ke Sportbladet. Ia berkata: "Saya selalu ingin bermain dan tampil maksimal." Performanya belum optimal. Tapi ketika saya di lapangan, saya tidak mencari alasan. Saya selalu ingin bermain dan tampil maksimal.
Tetapi ya, sulit rasanya absen dan tidak bisa membantu dan berkontribusi. Sekarang saya kembali dan saya positif. Ia kemudian menekankan bahwa tidak selalu mudah untuk tetap bersemangat.
"Kita belajar menghadapinya. Tidak banyak yang mudah dalam sepak bola. Tapi dengan pengalaman, kita belajar menangani berbagai hal. Begitulah halnya dengan cedera dan hal-hal semacam itu. Kita belajar menanganinya dan kembali ke jalan yang benar."
Dengan peluang Swedia untuk mencapai final internasional musim panas mendatang yang tampak suram, Isak kembali ke Merseyside dengan jadwal pertandingan yang terus padat bagi sang juara bertahan Liga Primer. Pertama, Nottingham Forest akan bertandang ke Anfield pada 22 November sebelum PSV Eindhoven melakukan hal yang sama empat hari kemudian.
Berkomentarlah dengan bijak, bagi yang memberikan link aktif akan langsung hapus. Terima Kasih